Khutbah Jumat: Memperbaiki Ibadah Sebagai Jalan Meraih Taufik Allah
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ، اِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ، وَالْعَصْرِ . إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ . إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
"Demi masa. Sesungguhnya manusia benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, saling menasihati dalam kebenaran, dan saling menasihati dalam kesabaran." (QS. Al-'Ashr: 1-3)
Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah
Ayat ini mengingatkan kita bahwa keselamatan hanya diraih dengan الإيمان (iman) dan العمل الصالح (amal saleh). Namun, tak sedikit di antara kita yang merasakan kehidupan penuh kesulitan: rezeki sempit, hati gelisah, keluarga tak tenang, dan ibadah terasa hampa. Ada yang bertanya, "Saya sudah shalat dan berdoa, mengapa hidup tak kunjung berubah?"
Jamaah Jumat rahimakumullah
Masalahnya sering terletak pada كَيْفِيَّةُ الْعِبَادَةِ (kualitas ibadah), bukan sekadar ada atau tidaknya ibadah. Para ulama mengingatkan bahwa turunnya التَّوْفِيْقُ (taufik Allah) bergantung pada baiknya hubungan kita dengan-Nya. Dalam atsar yang masyhur disebutkan:
مَنْ يُصْلِحْ عِبَادَتَهُ يَفْتَحِ اللَّهُ لَهُ بَابَ التَّوْفِيقِ وَمَعُونَتِهِ، وَيَرْفَعْهُ اللَّهُ فِي الدَّرَجَةِ، يَمْلَأُ لَهُ قَلْبَهُ نُورًا وَسَكِيْنَةً
"Barangsiapa memperbaiki ibadahnya, niscaya Allah akan membukakan baginya pintu taufik dan pertolongan-Nya, mengangkat derajatnya, serta memenuhi hatinya dengan cahaya dan ketenangan." Apa hakikat التَّوْفِيْقُ (taufik) itu?
Imam Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah menjelaskan dalam Miftah Dar as-Sa'adah:
التَّوْفِيْقُ أَنْ لَا يُكِلَكَ اللَّهُ إِلَى نَفْسِكَ
"Taufik adalah ketika Allah tidak menyerahkan dirimu kepada (kuasa) dirimu sendiri."
Artinya, orang yang diberi taufik akan sentiasa دَائِمًا عَلَى الْخَيْرِ (terjaga dalam kebaikan): dimudahkan beribadah, dijauhkan dari maksiat, ditenangkan hatinya, dilapangkan rezekinya, dan diteguhkan dalam istiqamah.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Landasan utama taufik ini telah Allah sebutkan dalam Al-Qur'an:
وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
"Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakkal, dan hanya kepada-Nya aku kembali." (QS. Hud: 88)
وَ الَّذِيْنَ جَاهَدُوا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا
"Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh (berjihad) di jalan Kami, niscaya akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami." (QS. Al-'Ankabut: 69)
Rasulullah ﷺ juga mengajarkan kita:
اِحْرِصْ عَلَى مَا يَنْفَعُكَ، وَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ وَلَا تَعْجِزْ
"Bersungguh-sungguhlah terhadap apa yang bermanfaat bagimu, mintalah pertolongan kepada Allah, dan janganlah kamu lemah." (HR. Muslim)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Bila kita perhatikan kondisi umat hari ini, kita dapati beberapa fenomena yang mengkhawatirkan:
- Ibadah dilakukan, tetapi tidak menghadirkan السَّكِيْنَةُ (ketenangan)
- Shalat dijalankan, tetapi الْخُشُوْعُ (kekhusyukan) belum terjaga
- Al-Qur'an dibaca, namun التَّدَبُّرُ (perenungan) kurang
- Waktu banyak tersita dunia digital yang melemahkan spiritualitas
- Kesibukan duniawi menenggelamkan kepekaan batin
Ini semua menunjukkan perlunya مُجَاهَدَةُ النَّفْسِ (kesungguhan melawan hawa nafsu) untuk menguatkan ibadah.
Lalu, bagaimana cara praktis memperbaiki ibadah agar mendapat taufik?
Pertama: إِصْلَاحُ النِّيَّةِ (Meluruskan Niat)
Dasarnya sabda Nabi ﷺ:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya." (HR. Bukhari-Muslim)
Kedua: الْمُحَافَظَةُ عَلَى الصَّلَاةِ (Menjaga Shalat)
Shalat adalah tiang agama dan mi'rajnya mukmin. Nabi ﷺ bersabda:
أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ
"Keadaan terdekat seorang hamba dengan Tuhannya adalah ketika dia sedang sujud." (HR. Muslim)
Ketiga: كَثْرَةُ الِاسْتِغْفَارِ (Memperbanyak Istighfar)
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا . يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا . وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا
"Maka aku katakan (kepada mereka), 'Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan menurunkan hujan yang lebat dari langit kepadamu, dan Dia memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun, dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." (QS. Nuh: 10-12)
Keempat: مُجَانَبَةُ الْمَعْصِيَةِ (Menjauhi Maksiat)
Imam Syafi'i rahimahullah berkata:
شَكَوْتُ إِلَى وَكِيْعٍ سُوْءَ حِفْظِي . فَأَرْشَدَنِيْ إِلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي
وَأَخْبَرَنِيْ بِأَنَّ الْعِلْمَ نُوْرٌ . وَنُوْرُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي
"Aku mengadu kepada Waki' tentang buruknya hafalanku. Maka dia menasihatiku untuk meninggalkan maksiat. Dan dia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat."
Kelima: مُلَازَمَةُ الْقُرْآنِ (Bersahabat dengan Al-Qur'an)
Walau sedikit yang dibaca, tetapi دَوَامٌ وَتَدَبُّرٌ (rutin dan tadabbur). Rasulullah ﷺ bersabda:
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
"Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya." (HR. Bukhari)
Keenam: الْمُدَاوَمَةُ عَلَى الصَّدَقَةِ (Rutin Bersedekah)
Sedekah memadamkan murka Allah, menolak bala', dan membuka pintu pertolongan.
Ketujuh: حُضُوْرُ مَجَالِسِ الْعِلْمِ (Hadir di Majelis Ilmu)
Nabi ﷺ bersabda:
مَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ
"Barangsiapa menempuh suatu jalan untuk mencari ilmu, niscaya Allah mudahkan baginya jalan menuju surga." (HR. Muslim)
Jamaah Jumat yang berbahagia,
Imam Ibnu Qayyim rahimahullah menegaskan:
النَّجَاحُ فِي الْعِبَادَةِ مَوْقُوفٌ عَلَى التَّوْفِيقِ مِنَ اللَّهِ، وَالتَّوْفِيقُ لَا يُعْطَى إِلَّا لِمَنْ جَاهَدَ نَفْسَهُ
"Keberhasilan dalam ibadah bergantung pada taufik dari Allah. Dan taufik tidak diberikan kecuali kepada orang yang bersungguh-sungguh melawan hawa nafsunya."
Maka salah besar bila seseorang berkata, "Saya belum bisa beribadah karena belum dapat hidayah." Sebab hidayah dan taufik datang setelah ada الْعَزْمُ الصَّادِقُ (tekad yang tulus) untuk memperbaiki diri.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Bila seseorang memperbaiki ibadahnya, Allah akan:
- Memperbaiki seluruh urusannya (يُصْلِحْ لَهُ شَأْنَهُ كُلَّهُ)
- Memperbaiki hubungannya dengan manusia
- Meringankan bebannya, memberkahi rezekinya, dan menenangkan hatinya
Inilah التَّوْفِيْقُ الْحَقِيْقِيُّ (taufik yang sejati).
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ لِي وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah II
الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا المُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا﴾. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ، وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ.
اللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَحْوَالَنَا وَأَحْوَالَ الْمُسْلِمِينَ، وَوَحِّدْ صُفُوفَهُمْ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ، وَانْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ، يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.
اللَّهُمَّ آمِنَّا فِي أَوْطَانِنَا، وَأَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَوُلَاةَ أُمُورِنَا، وَاجْعَلْ وِلَايَتَنَا فِيمَنْ خَافَكَ وَاتَّقَاكَ وَاتَّبَعَ رِضَاكَ، يَا ذَا الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ، وَارْزُقْنَا الْقُوَّةَ فِي الْحَقِّ وَالصَّبْرَ عَلَى الْبَلَاءِ.
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَاللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ

Komentar0