TfC0Tpd7Tpd5GUC9TfA0BUr7BY==

4 Khutbah Jumat Singkat Dzulqo'dah Gaya NU Online Terbaru 2026

4 Tema Khutbah Jumat Singkat dan Ringan Cocok untuk Semua Kalangan

Ilmusantri.com Bulan dzul qo'dah merupakan bulan ke 11 dalam Islam. Pada bulan ini sebagian umat Islam sedang melaksanakan perjalanan Haji ke Makkah. Untuk itu kita juga bisa mengambl ibroh tentang peristiwa di bulan ini sebagai kajain dalam khutbah jumat. Berikut ini 4 tema dan teks khutbah jumat ringan gaya NU Online. Anda dapat menggunakan untuk berbagai kalangan, berikut khutbah jumat: 
  1. Khutbah Jumat Singkat Menyentuh Hati: Mengingat Kematian dan Tanda-tanda Husnul Khatimah
  2. Khutbah Jumat Singkat Padat: Bahaya Penyakit Gengsi dan Keutamaan Hidup Sederhana (Qana'ah)
  3. Materi Khutbah Jumat Singkat Terbaru: Pentingnya Menjaga Shalat 5 Waktu di Tengah Kesibukan
  4. Khutbah Jumat NU Paling Bagus: Keutamaan Birrul Walidain dan Cara Berbakti Kepada Orang Tua

Khutbah Jumat Minggu Pertama (24 April 2026 / 6 Dzulqa'dah 1447 H)

Tema: Mengingat Kematian dan Meraih Husnul Khatimah

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وَقَالَ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dirahmati Allah,

Mengawali khutbah di bulan Dzulqa'dah yang mulia ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi dan jamaah sekalian, marilah kita senantiasa meningkatkan takwa kepada Allah SWT. Takwa yang dibuktikan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Hadirin rahimakumullah,

Dalam kehidupan kita sehari-hari di tahun 2026 ini, kita sering sekali mendengar berita duka. Hampir setiap hari, grup WhatsApp keluarga atau lingkungan RT kita dipenuhi dengan ucapan Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Berita kematian silih berganti, ada tetangga yang meninggal karena sakit, ada kerabat yang meninggal mendadak, bahkan ada yang pagi harinya masih sehat walafiat bugar, sore harinya sudah dipanggil oleh Allah SWT. Kematian adalah sebuah kepastian, sebagaimana firman Allah dalam Surat Ali Imran ayat 185, "Setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati".

Sayangnya, seringkali kita lupa. Kita terlalu sibuk mengejar harta dan urusan dunia, hingga lupa bahwa suatu hari nanti, nama kitalah yang akan diumumkan di pengeras suara masjid. Oleh karena itu, yang paling penting bagi kita saat ini bukanlah kapan kita akan mati, melainkan bagaimana keadaan kita saat ajal menjemput. Apakah kita wafat dalam keadaan Husnul Khatimah (akhir yang baik) atau Su'ul Khatimah (akhir yang buruk)?

Rasulullah SAW memberikan kabar gembira mengenai tanda-tanda orang yang wafat dalam keadaan Husnul Khatimah. Di antaranya adalah mereka yang di akhir hayatnya mampu mengucapkan kalimat Laa ilaaha illallah. Tanda lainnya adalah meninggal dalam keadaan kening berkeringat, atau meninggal pada hari atau malam Jumat. Namun, untuk mendapatkan akhir yang baik, kita tidak bisa hanya bersantai. Kita harus membiasakan diri dengan amal saleh. Al-Imam al-Baghawi mengingatkan bahwa amal yang akan menemani kita adalah amal yang sunyi dari sifat pamer dan selalu sesuai dengan tuntunan Nabi.

Mari kita kurangi perbuatan sia-sia, perbanyak istighfar, dan selalu memperbarui taubat kita. Semoga kelak Allah mewafatkan kita semua dalam keadaan iman dan Islam yang sempurna. Amin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ عَلَى نَبِيِّهِ، فَقَالَ: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ.[1] اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

Khutbah Jumat Minggu Kedua (1 Mei 2026 / 13 Dzulqa'dah 1447 H)

Tema: Bahaya Gengsi dan Pentingnya Hidup Sederhana (Qana'ah)

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَغْنَى مَنْ شَاءَ بِفَضْلِهِ، وَأَقْنَعَ مَنْ شَاءَ بِعَدْلِهِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ، حَتَّى زُرْتُمُ الْمَقَابِرَ.

Hadirin jamaah shalat Jumat rahimakumullah,

Mari kita bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Baginda Nabi Muhammad SAW. Marilah kita tingkatkan takwa dengan senantiasa menjaga hati kita agar tetap tenang dan tentram bersama Allah.

Hadirin sekalian,

Salah satu penyakit masyarakat di zaman modern tahun 2026 ini adalah penyakit gengsi. Seringkali orang merasa malu jika tidak memakai barang-barang bermerek, merasa malu jika kendaraannya paling tua di antara tetangganya, atau merasa kurang jika belum menunjukkan gaya hidup mewah di media sosial. Akibatnya, banyak orang yang rela berhutang, bahkan terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal yang mencekik, hanya demi memuaskan rasa gengsi di mata manusia.

Padahal, Rasulullah SAW telah mengajarkan kepada kita sifat Qana'ah, yaitu merasa cukup dengan apa yang telah Allah berikan. Rasulullah SAW bersabda, "Beruntunglah orang yang masuk Islam, diberikan rezeki yang cukup, dan Allah menjadikannya merasa puas dengan pemberian-Nya tersebut" (HR. Muslim).

Hidup sederhana bukan berarti hidup dalam kemiskinan. Hidup sederhana adalah hidup yang proporsional, yaitu membelanjakan harta sesuai kebutuhan, bukan sesuai keinginan atau gengsi. Orang yang punya sifat Qana'ah adalah orang yang paling kaya hatinya. Dia tidak akan iri dengan kesuksesan orang lain, dan dia akan selalu tenang dalam menjalani hidup. Sebaliknya, orang yang diperbudak gengsi, maka hidupnya akan selalu merasa kurang meskipun hartanya bertumpuk-tumpuk. Mari kita syukuri apa yang ada, maka Allah akan menambah nikmat-Nya kepada kita.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ...

Khutbah II

(Sama seperti struktur teks Arab Khutbah II sebelumnya)

Khutbah Jumat Minggu Ketiga (8 Mei 2026 / 20 Dzulqa'dah 1447 H)

Tema: Pentingnya Menjaga Shalat 5 Waktu di Tengah Kesibukan

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ فَرَضَ عَلَيْنَا الصَّلَاةَ لِتَكُوْنَ نُوْرًا وَبُرْهَانًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: حَافِظُوا عَلَى الصَّلَوَاتِ وَالصَّلَاةِ الْوُسْطَى وَقُوْمُوا لِلّٰهِ قَانِتِيْنَ.

Hadirin jamaah yang berbahagia,

Takwa adalah benteng utama kita. Marilah kita pertebal benteng takwa itu dengan ketaatan yang tulus. Shalawat serta salam semoga tercurah kepada Rasulullah Muhammad SAW.

Hadirin rahimakumullah,

Di tahun 2026 ini, waktu terasa berjalan begitu cepat. Pekerjaan semakin menuntut fokus yang tinggi, urusan perdagangan semakin menyita waktu, dan hiburan di genggaman tangan kita sering membuat kita lupa diri. Dalam kondisi sibuk seperti itu, shalat seringkali menjadi korban. Ada yang menunda-nunda shalat sampai akhir waktu, bahkan ada yang dengan sengaja meninggalkannya karena merasa urusan dunia lebih penting.

Padahal, shalat adalah tiang agama. Ia adalah pembeda antara mukmin sejati dengan yang bukan. Rasulullah SAW bersabda, "Amal yang pertama kali dihisab (dihitung) dari seorang hamba pada hari kiamat kelak adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak, maka rusaklah seluruh amalnya" (HR. Thabrani).

Hadirin, shalat bukan hanya beban kewajiban, tapi shalat adalah kebutuhan rohani. Saat kita shalat, kita sedang berkomunikasi langsung dengan Pemilik Alam Semesta. Kita mengadu, memohon, dan merendah di hadapan-Nya. Seberat apapun beban hidup kita, jika shalat kita terjaga dengan baik dan khusyuk, maka Allah akan memberikan jalan keluar dari arah yang tidak disangka-sangka. Mari kita jaga shalat 5 waktu kita, ajak keluarga kita, dan jangan biarkan kesibukan duniawi yang fana ini merampas kesempatan kita untuk bersujud kepada-Nya.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ...

Khutbah II

(Sama seperti struktur teks Arab Khutbah II sebelumnya)

Khutbah Jumat Minggu Keempat (15 Mei 2026 / 27 Dzulqa'dah 1447 H)

Tema: Birrul Walidain: Berbakti Kepada Orang Tua di Masa Tua

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَ بِالْإِحْسَانِ إِلَى الْوَالِدَيْنِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰهِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ. قَالَ تَعَالَى: وَقَضَى رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang dimuliakan Allah,

Marilah kita tingkatkan takwa dengan bakti yang nyata kepada Allah dan kepada sesama manusia. Shalawat serta salam untuk Rasulullah SAW, sebaik-baik teladan dalam berbakti.

Hadirin sekalian,

Kita berada di akhir bulan Dzulqa'dah, bulan yang tenang. Mari sejenak kita menoleh ke rumah kita, melihat ayah dan ibu kita. Bagi yang orang tuanya masih ada, ketahuilah itu adalah pintu surga yang paling tengah dan paling lebar. Namun, di zaman sekarang, seringkali anak terlalu sibuk dengan dunianya sendiri sehingga melupakan orang tuanya. Ada yang jarang mengunjungi, jarang memberi kabar, bahkan ada yang berkata kasar kepada mereka.

Dalam Surat Al-Isra ayat 23, Allah berfirman: "Janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan 'ah' dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik". Allah menyandingkan perintah menyembah Allah dengan perintah berbakti kepada orang tua. Ini menunjukkan betapa agungnya posisi orang tua dalam Islam.

Berbakti tidak melulu soal uang. Senyum manis saat bertemu, menanyakan kabar dengan penuh perhatian, mendengarkan cerita mereka meskipun kita sudah sering mendengarnya, itu adalah bentuk bakti yang sangat mulia. Jika orang tua sudah meninggal, baktinya adalah dengan mendoakan mereka setiap saat dan menjaga tali silaturahim dengan teman-teman mereka. Ingatlah, doa orang tua adalah kunci kesuksesan kita di dunia dan keselamatan kita di akhirat. Jangan sampai kita menyesal ketika mereka sudah tiada.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ...

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ، فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.


Komentar0

Type above and press Enter to search.