TfC0Tpd7Tpd5GUC9TfA0BUr7BY==

Khutbah Jumat Dzulqo'dah: Etos Kerja, Keadilan Sosial, dan Kemuliaan Nafkah di Hari Buruh

Khutbah Jumat Dzulqo'dah: Etos Kerja, Keadilan Sosial, dan Kemuliaan Nafkah di Hari Buruh

Secara temporal, pelaksanaan khutbah Jumat pada minggu kedua bulan Dzulqa'dah 1447 H bertepatan secara akurat dengan tanggal 1 Mei 2026 Masehi. Di lanskap sosial global maupun nasional, tanggal ini secara konsensus dirayakan sebagai Hari Buruh Internasional (May Day). Dalam kerangka pikir keilmuan Islam, dinamika ketenagakerjaan, etos usaha (kasb), dan kemuliaan mencari nafkah bukanlah domain eksklusif sekular-duniawi, melainkan integral dari ibadah mahdhah apabila disandarkan pada niat yang lillahita'ala. Khutbah ini memformulasikan narasi yang sangat mendalam dari...source antara akumulasi harta duniawi dengan orientasi keselamatan akhirat, sebuah pesan yang urgen di tengah ancaman otomasi industri dan kerentanan ekonomi kelas pekerja di tahun 2026.

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَمَرَ عِبَادَهُ بِالسَّعْيِ فِيْ مَنَاكِبِ الْأَرْضِ لِابْتِغَاءِ الرِّزْقِ الْحَلَالِ، وَجَعَلَ الْعَمَلَ الصَّالِحَ مِفْتَاحًا لِنَيْلِ الْبَرَكَاتِ وَالْكَمَالِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنْعِمُ الْمُتَفَضِّلُ بِالْأَرْزَاقِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ خَيْرُ مَنْ عَمِلَ وَأَخْلَصَ الْخَلَاقَ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.

أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: وَقُلِ اعْمَلُوْا فَسَيَرَى اللّٰهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُوْلُهٗ وَالْمُؤْمِنُوْنَۗ وَسَتُرَدُّوْنَ اِلٰى عٰلِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ.

Hadirin jamaah shalat Jumat yang terhormat dan senantiasa mengharap ridha Allah SWT,

Syukur alhamdulillah adalah untaian kalimat agung yang paling pantas kita gemakan di siang hari yang penuh barakah ini. Nikmat kehidupan, oksigen yang kita hirup secara cuma-cuma, hingga nikmat tertinggi yakni iman dan Islam, adalah modal utama yang Allah berikan kepada kita untuk mengarungi kehidupan di Darrul Fana (dunia yang sementara) ini. Shalawat bertabur salam, senantiasa teriring untuk junjungan alam, rasul pembebas perbudakan dan pengangkat derajat kemanusiaan, Nabi Muhammad SAW. Kepada hadirin jamaah sekalian, dari atas mimbar khatib berpesan: peliharalah takwa di dalam relung hati yang paling dalam, dan implementasikan takwa tersebut dalam setiap inci perbuatan kita, dalam berumah tangga, bermasyarakat, hingga di lingkungan kita bekerja.

Sidang Jumat rahimakumullah, Hari ini kita bertepatan dengan tanggal 1 Mei tahun 2026 Masehi. Dalam catatan sejarah kemanusiaan modern, hari ini dikonsepsikan sebagai Hari Buruh Internasional. Sebagai agama yang syamil (komprehensif) dan kamil (sempurna), Islam tidak pernah memisahkan urusan ibadah di dalam masjid dengan urusan muamalah di pasar, di sawah, di pabrik, atau di perkantoran. Islam justru memberikan penghargaan yang teramat tinggi bagi siapa saja yang memeras keringat, membanting tulang, demi mencari sepeser rezeki halal untuk menafkahi dirinya dan keluarganya, menghindarkan diri dari kehinaan meminta-minta.

Rasulullah SAW dan para Nabi terdahulu adalah sosok-sosok pekerja keras. Nabi Daud AS adalah pandai besi, Nabi Nuh AS adalah tukang kayu, Nabi Musa AS pernah menjadi penggembala ternak, dan Nabi kita, Muhammad SAW, adalah sosok pengusaha dan pedagang lintas negara yang terkenal dengan kejujurannya sejak masa mudanya.

Dalam Al-Qur'an Surat At-Taubah ayat 105, Allah SWT berfirman dengan sangat tegas: وَقُلِ ٱعۡمَلُواْ فَسَیَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمۡ وَرَسُولُهُۥ وَٱلۡمُؤۡمِنُونَۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلۡغَیۡبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَیُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ "Dan katakanlah: Bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan."

Ayat ini merupakan fondasi teologi kerja dalam Islam. Berbeda dengan pandangan kapitalisme sekuler yang memandang pekerjaan semata-mata sebagai instrumen akumulasi kapital untuk kepuasan materiil, Islam mengartikulasikan bahwa "kerja" adalah observasi ilahiah. Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang beriman melihat proses kita bekerja. Artinya, etos kerja seorang Muslim diukur tidak hanya dari output finansialnya, tetapi dari keberkahan prosesnya: apakah ia jujur? Apakah ia amanah? Apakah ia merugikan orang lain?

Di sisi lain, jamaah sekalian, dinamika dunia di tahun 2026 ini membawa gelombang transformasi yang luar biasa. Banyak pekerjaan yang hilang digantikan oleh mesin dan kecerdasan buatan, tekanan ekonomi begitu berat, dan inflasi kerap kali mencekik masyarakat kecil. Di situasi semacam ini, tidak sedikit umat manusia yang akhirnya terjebak ke dalam dua kutub yang ekstrem dan menyimpang.

Kutub ekstrem pertama adalah mereka yang tenggelam dalam pusaran keserakahan (hubbud dunya). Mereka bekerja siang dan malam,...source Islam, Imam Al-Ghazali, memberikan peringatan keras dalam Ihya Ulumiddin: "Janganlah usaha mencari rizki menjadikan lupa dengan akhirat sehingga terlena dengan keuntungan dunia saja". Harta di dunia ini sungguh fana. Betapapun tinggi jabatan dan melimpah kekayaan kita, pada akhirnya hanya tiga lembar kain kafan tak bersaku yang akan menyertai kita ke liang lahat.

Sedangkan kutub ekstrem yang kedua adalah mereka yang salah memahami konsep tawakkal (berserah diri) dan zuhud. Mereka bermalas-malasan, tidak memiliki etos kerja, menjadi benalu bagi keluarganya, berdalih bahwa rezeki sudah diatur dari langit sehingga tidak perlu ada ikhtiar bumi. Ini adalah distorsi ajaran Islam. Sayyidina Umar bin Khattab pernah menegur sekelompok pemuda yang hanya duduk berdzikir di masjid sepanjang hari tanpa bekerja, beliau berkata, "Ketahuilah, langit tidak akan pernah menghujankan emas dan perak."

Hadirin yang berbahagia, Hari ini juga menjadi momentum muhasabah terkait keadilan sosial. Islam telah meletakkan regulasi dan perlindungan tenaga kerja sejak empat belas abad yang silam. Kepada para muwazhaff atau pengusaha, direktur, dan pemberi kerja, Islam mewajibkan pemberian hak secara adil dan bermartabat. Rasulullah SAW bersabda dalam Hadis Riwayat Ibnu Majah: "Berikanlah upah pekerja sebelum keringatnya kering." Keterlambatan membayar gaji padahal mampu, pemotongan hak tanpa kesepakatan, atau pembebanan tugas di luar batas kemanusiaan, adalah sebentuk kezaliman yang doa para korbannya tidak memiliki hijab di hadapan Allah SWT.

Dan kepada para pekerja, buruh, aparat, guru, dan pegawai, penuhilah kewajiban yang telah disepakati dalam akad (kontrak). Jangan mengkhianati waktu kerja, jangan menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi yang tidak dibenarkan, dan niatkanlah setiap kelelahan raga yang Anda alami sebagai pelebur dosa-dosa masa lalu yang tak terhapuskan oleh shalat dan puasa.

Mari kita seimbangkan kehidupan duniawi kita dengan tujuan akhirat. Jadikan harta dari keringat halal kita sebagai kendaraan ibadah; untuk menyantuni fakir miskin, membiayai dakwah, dan memastikan anak cucu kita tumbuh menjadi generasi mukmin yang tangguh.

Semoga Allah Rabbul Izzati senantiasa mengaruniakan kita kehalalan dalam mencari rezeki. Semoga setiap tetesan keringat kita dinilai sebagai jihad fi sabilillah, dan semoga Allah merahmati bangsa ini dengan keadilan ekonomi dan kesejahteraan yang merata berlandaskan syariat-Nya. Amin.

بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَةِ مُسَبِّحَةٍ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَارْضَ اللّٰهُمَّ عَنِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ، أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ وَعَلِيٍّ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَاجَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْأَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ مَا لَا يَدْفَعُهُ غَيْرُكَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا إِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ أَرْزَاقِنَا وَأَعْمَالِنَا وَاجْعَلْنَا مِنَ الشَّاكِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.


 


Komentar0

Type above and press Enter to search.