Menelusuri Jejak KH. Abdul Hannan Ma’shum (Maksum) Kwagean — Biografi Lengkap & Kutipan Wawancara Terbaru
KH. Abdul Hannan Ma’shum — sering disebut Romo Kyai Hannan atau Maksum — adalah pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Fathul ’Ulum Kwagean, Kediri. Dikenal sebagai kiai yang menggabungkan tradisi kitab kuning, sufisme (neo-sufisme), dan praktik pengasuhan pesantren yang kuat. Artikel ini merangkum latar hidup, karya, pengaruh, dan menyajikan kutipan wawancara/ceramah terbaru yang terekam publik.
Berikut Biografi Lengkap KH. Abdul Hannan Ma’shum (Kwagean):
Data identitas & kelahiran
- Ayah: Ma’shum – seorang buruh tani dan penjual kelapa
- Ibu: Siti Nu’amah – penjahit kecil dan penjual onde-onde (wafat 2005)
Riwayat Keluarga dan Saudara
- Bapak Khozin (Boto Putih)
- Ibu Binti (Mangiran Pare)
- KH. Abdul Hannan Ma’shum
- Ibu Istiqomah (Bringin Pare)
- Bapak Habib (Boto Putih)
- KH. Romdli Anwar (Kebon Sari)
- dan beberapa saudara lain yang wafat saat kecil
Masa kecil & pendidikan
KH. Abdul Hannan tumbuh dalam keluarga petani dan penjahit; sejak kecil ia menempuh pendidikan pesantren tradisional. Ia mondok di beberapa pesantren termasuk Raudlatul Ulum Kencong pada masa mudanya dan menghabiskan banyak waktu menuntut ilmu kitab kuning dan tasawuf praktis. Jalur sanad dan pengajaran tradisional membentuk gaya pengasuhan dan metode dakwahnya.
Pendidikan masa kecil eliau menempuh pendidikan di:
- Sekolah Rakyat (SR) – dibimbing bapak Jendol
- Madrasah Wajib Belajar (WMB)
- Madrasah Tingkat Tinggi (MTT) – lulus 1965
Berdirinya Pondok Pesantren Fathul ’Ulum Kwagean
Angkring Monumental
Menikah dan Membina Rumah Tangga
- H. Agus Miftahuddin
- H. Agus Muhdloruddin
- Ning Rif’atul Hasanah
- Agus Muslim Aziz
- Agus Muhammad Barizi
- Agus Muhammad Idris
- Agus Muhammad Baha’udin
- Ning Fia
- Ning Faidatus Sirriyyah
- Agus Ahmad Muhammad
Riyadhah dan Laku Spiritual
- Puasa ngrowot 41 hari (dilakukan bertahun-tahun)
- Puasa mutih 41 hari
- Puasa tark dzi al-rūh (tanpa makanan hewani)
- Tidak pulang selama 3 tahun
- Ziarah makam ulama dan auliya
- Selalu menjaga takbiratul ihram bersama imam selama 3 tahun
- Menjadi khodim ndalem para guru
Karya tulis & warisan keilmuan
- Salah satu karya/antologi wirid yang sering dikaitkan dengan tradisi beliau adalah kitab Sullam al-Futūḥāt (antologi wirid dan amalan). Karya-karya ini dipakai dalam ijazah dan praktik spiritual pesantren.
- Kajian akademik modern mempelajari ajaran beliau dalam konteks neo-sufisme dan implementasi tazkiyat an-nafs di pesantren. Hal ini menunjukkan adanya minat penelitian hingga 2024–2025.
Gaya pengajaran & pengaruh sosial
KH. Hannan dikenal sebagai “kiai tabib” dalam arti ia
memberikan pembinaan spiritual sekaligus praktik-praktik manajemen ruhiyyah
(wirid, ijazah). Tradisi laku dan petuahnya populer di antara santri dan
jamaah; beberapa kalimat singkatnya (kalam hikmah) tersebar luas di media
sosial santri dan akun pesantren.
Guru-Guru KH. Abdul Hannan Ma’shum
Beberapa guru besar beliau:
- KH. Ahmadi (Kencong)
- KH. Zamroji (Kencong)
- KH. Mahrus Ali (Lirboyo)
- KH. Maimun Zubair (Sarang)
- KH. Muslih (Mranggen)
- KH. Jamaluddin (Batokan)
- KH. Jauhari Umar (Pasuruan)
- Kyai Dimyati (Kaliwungu)
Keteladanan KH. Abdul Hannan Ma’shum
Nilai-nilai yang sangat tampak dari beliau:
- Zuhud dan sederhana
- Mandiri dalam ekonomi
- Tawadhu’ luar biasa
- Sabar dan tidak pernah marah
- Rapi dan bersih
- Teguh memegang prinsip
- Istiqamah hingga detail langkah kaki ke masjid
Kutipan wawancara / ceramah terbaru (2024–2025)
Berikut kutipan langsung yang bersumber dari rekaman ceramah
/ unggahan resmi pesantren atau kanal video (link sumber disertakan). Anda
boleh gunakan kutipan ini dalam publikasi selama mencantumkan sumber.
“Jangan meniru tingkah orang yang sudah sukses; tirulah prosesnya supaya kamu bisa sukses.”
Potongan Dawuh KH. Abdul Hannan Ma’shum
“Sering kali kita tergoda meniru gaya hidup orang sukses dari pakaiannya, mobilnya, atau cara mereka berbicara — tapi itu bukan jaminan kebaikan hati.”
(Kutipan Video Dakwah beliau di Instagram/YouTube).
Dari rekaman ceramah bertema Al-Qur’an dan fadilah:
“Al-Qur’an itu bagai hidangan; jangan engkau pilih-pilih—makan semuanya agar hatimu kenyang.”
(Potongan
ceramah terekam di kanal resmi pesantren). YouTube
Catatan: kutipan di atas diambil dari rekaman
ceramah/unggahan publik (YouTube / akun resmi pesantren / Instagram). Jika Anda
butuh transkrip lengkap per video dengan timestamp, saya bisa ambil transkrip
video-per-video dan sertakan timestamp serta link sumbernya.
Isu, kontroversi, dan kajian akademik
Beberapa praktik yang berkaitan dengan ilmu hikmah, ijazah,
atau amalan-amalan tradisional di Pesantren Kwagean pernah menjadi objek
penelitian dan diskusi—akademisi menelaahnya dari perspektif sosiologi agama
dan epistemologi pesantren. Kajian-kajian tersebut hadir di thesis dan jurnal
lokal (2023–2025). Ini wajar untuk pesantren yang punya tradisi kuat.
Foto-foto KH. Abdul Hannan Makshum
KH. Abdul Hannan Ma’shum adalah figur kiai pesantren tradisional yang memadukan pengajaran kitab kuning, tasawuf praktis, dan pengasuhan pesantren. Ia meninggalkan koleksi wirid/kitab yang dipelajari santri dan menjadi subjek penelitian akademik modern. Kutipan-kutipan ceramahnya yang sederhana tapi padat menjadi bahan rujukan dakwah di Jawa Timur.
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Komentar0