Catatan Ngaji Gus Iqdam: “Takwa, Iman, dan Tawakal – Tiga Bekal Selamat dari Fitnah Dunia”
Setiap manusia memiliki kesibukan masing-masing—ada yang bekerja di kantor, berdagang, bertani, kulakan, kontrol karyawan, bahkan ada yang sedang stres mengerjakan skripsi. Dalam banyak kerepotan itu, ternyata Allah masih menggerakkan hati kita untuk hadir di majelis ilmu. Ini adalah tanda bahwa kita dipilih Allah, diberikan taufiq untuk dekat kepada-Nya.
Banyak orang di luar sana ingin hadir di majelis, namun belum diberi kesempatan. Kita justru disurung (digerakkan) oleh Allah hingga bisa hadir, membaca Waqi’ah, tahlilan, zikir, dan datang ke pengajian.
Ini tanda kebesaran Allah:
“Ndilalah, kita ditakdir iso sempet ngaji.”
Bagian 1 — Dunia adalah Lautan yang Sangat Dalam
Gus Iqdam mengutip nasihat Luqman Al-Hakim kepada anaknya:
نصيحة لقمان الحكيم لابنه
إِنَّ الدُّنْيَا بَحْرٌ عَمِيقٌ، قَدْ غَرِقَ فِيهَا نَاسٌ كَثِيرٌ، فَاجْعَلْ سَفِينَتَكَ فِيهَا تَقْوَى اللَّهِ
Artinya:
“Sesungguhnya dunia ini adalah lautan yang sangat dalam, banyak manusia tenggelam di dalamnya. Maka jadikanlah kapalmu adalah ketakwaan kepada Allah.”
Penjelasan:
- Dunia itu penuh ombak, fitnah, cobaan.
- Siapa pun bisa tenggelam.
- Maka seorang mukmin butuh kapal, layar, dan bekal.
Bagian 2 — Tiga Bekal Agar Selamat dari Fitnah Dunia
Luqman memberi tiga resep keselamatan. Gus Iqdam menjelaskan secara jenaka namun dalam:
1. Kapal: Takwa kepada Allah
فَاجْعَلْ سَفِينَتَكَ فِيهَا تَقْوَى اللَّهِ
Takwa menjadi fondasi keselamatan hidup.
Dalil Al-Qur’an:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًۭا
(QS. Ath-Thalaq: 2)
Artinya:
"Siapa bertakwa kepada Allah, Allah akan beri jalan keluar."
Takwa itu ibarat kapal besar di tengah lautan dunia.
Tanpa kapal, sehebat apa pun perenangnya, tetap tenggelam.
2. Bekal: Iman kepada Allah
Kalau kapal saja tidak cukup, butuh sangu (bekal).
وَزَادُهَا الْإِيمَانُ بِاللَّهِ
Artinya:
"Dan bekalnya adalah iman kepada Allah."
Dalil:
وَمَن يُؤْمِنۢ بِٱللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُۥ
(QS. At-Taghabun: 11)
Iman itulah yang membuat kita:
- tidak mudah goyah,
- tidak iri melihat rezeki orang,
- tidak minder dengan takdir hidup.
Iman membuat hidup punya arah, tidak asal hanyut oleh ombak dunia.
3. Layar: Tawakal kepada Allah
Kapal tidak bisa berjalan tanpa layar.
وَسَفِينَتُهَا التَّوَكُّلُ عَلَى اللَّهِ
Artinya:
"Layar kapal itu adalah bertawakal kepada Allah."
Dalil:
وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥ
(QS. Ath-Thalaq: 3)
Tawakal artinya:
- kerja boleh,
- usaha wajib,
- hasil serahkan kepada Allah.
Gus Iqdam menekankan:
“Uripmu karo Gusti Allah arep dimodel opo, jenengan pasrah. Tugasmu mung ngelakoni sing apik.”
Bagian 3 — Gambaran Kehidupan Sehari-hari
Gus Iqdam menjelaskan dengan contoh nyata masyarakat:
- Pegawai kantor → penting disiplin
- Petani → tugasnya nanam yang baik, masalah hasil serahkan kepada Allah
- Pedagang → usaha maksimal, tapi untung rugi adalah takdir Allah
- Tukang makelar, kulak pasar → semua sudah digerakkan Allah
Ini menunjukkan:
Kerepotan itu macam-macam, tapi taufiq Allah sama: menggerakkan kita menuju kebaikan.
Bagian 4 — Nikmat Besar: Masih Digerakkan untuk Ngaji
Gus Iqdam berkata:
“Banyak wong mumet mikir skripsi, golek duit, golek masalah, tapi kok yo iso sempet ngaji? Iki tandane dipilih Allah.”
Majelis seperti:
- membaca Surat Waqi’ah,
- tahlilan,
- zikir,
- hadir pengajian,
adalah bukti hidayah.
Bagian 5 — Bahaya Menghina Orang Berdosa
Nabi Muhammad ﷺ bersabda:
مَنْ عَيَّرَ أَخَاهُ بِذَنْبٍ لَمْ يَمُتْ حَتَّى يَعْمَلَهُ
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
"Siapa yang menghina saudaranya karena suatu dosa, maka ia tidak akan mati sampai ia melakukan dosa yang sama."
Makna:
- Mengingatkan boleh.
- Menghina, membuka aib, terus-terusan mengejek → haram.
- Bisa menjadi sebab kita jatuh pada dosa yang sama.
Ini peringatan keras agar tidak:
- merendahkan teman yang pernah salah,
- menghina orang yang kembali bertobat,
- mengungkit masa lalu seseorang.
Bagian 6 — Manusia Tempat Salah
Gus Iqdam mengingatkan:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ
(HR. Tirmidzi)
Artinya:
"Setiap anak Adam itu banyak melakukan kesalahan."
Karena itu:
- jangan sombong,
- jangan merasa suci,
- jangan mudah menghukum.
Tugas kita: menjaga takwa, memperkuat iman, dan memperdalam tawakal.
Bagian 7 — Kesimpulan Kajian
TIGA KUNCI SELAMAT DUNIA AKHIRAT
- At-Taqwa → Kapal
- Al-Iman → Bekal
- At-Tawakkul → Layar
Jika tiga hal ini ada dalam hidup kita, maka:
لَعَلَّكَ نَاجٍ
"Semoga engkau menjadi orang yang selamat dari fitnah dunia."
Penutup
Gus Iqdam menambahkan pesan:
- Jangan terlalu ikut huruhara yang tidak jelas.
- Fokus pada keselamatan iman dan takwa.
- Jaga hati, jangan membicarakan keburukan orang.
- Tetap istikamah datang ke majelis.
- Rezeki, jodoh, hasil usaha—semua sudah diatur oleh Allah.

Komentar0