HIDUP BAROKAH:
NGĀJI SEBAGAI WUJUD SYUKUR DAN KUNCI KETENTERAMAN
Bapak-ibu, jamaah Muslimat
rahimakumullah…
Coba kita renungkan sebentar…
Setiap pagi kita dibangunkan Allah,
diberi umur, diberi napas, diberi kesehatan… tapi apakah kita sudah benar-benar
bersyukur?
Kita sering mencari kebahagiaan di
mana-mana…
tapi ternyata Allah sudah menitipkan kebahagiaan itu dalam hati orang yang
dekat dengan-Nya, orang yang mau ngaji, mau belajar agama, mau hadir di
majlis kebaikan seperti ini.
Maka malam ini kita hadir dalam Rutinan Jamiyahan Wujud Syukur, sebagai tanda bahwa Allah menghendaki kebaikan untuk kita semua.
SHOLAWAT
HIDUP BERKAH DIMULAI DARI MAU NGAJI
Para Muslimatan sing gelem
ngaji, gelem melangkah ke majlis ilmu…
itu tandanya sampean lagi dipilih dan dikehendaki baik oleh Allah.
Rasulullah ﷺ
bersabda:
«مَنْ
يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ»
“Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, Allah jadikan dia paham
agama.”
Tanda Allah sayang kepada seseorang
adalah:
– Mau ngaji
– Mau dekat dengan orang shalih
– Mau sholawatan
– Mau hadir di pengajian
Tinggal satu PR: ISTIQAMAH nopo
mboten.
Ilmu itu jangan pernah berhenti.
Karena ilmu itulah yang menjaga iman kita sampai akhir hayat.
Kadang kita ora iso ngaji tenan…
Tapi dilalah anak kita gelem sekolah, gelem madrasah, gelem TPQ.
Berarti Allah tetap memberi peringatan
dan petunjuk lewat anak–anak kita.
“Mangke iso dadi alarm awak dewe…”
NGAJI ITU BENTUK SYUKUR
Dalam Islam, syukur bukan hanya
mengucap alhamdulillah.
Ulama berkata:
الشُّكْرُ
صَرْفُ النِّعَمِ لِطَاعَةِ اللَّهِ
“Syukur adalah menggunakan nikmat untuk taat kepada Allah.”
Nikmat kita banyak:
– Ilmu
– Sehat
– Rezeki
– Anak
– Keluarga
– Kedudukan
– Waktu
Maka ojo sok maido wong liya.
Dokter, pedagang, petani, guru, ibu rumah tangga—semua punya nikmat dan peran
masing-masing.
Imam Ibn ‘Atho’illah berkata:
الشكر
قيدٌ للموجود، وصيدٌ للمفقود
“Syukur itu mengikat nikmat yang ada, dan menarik nikmat yang belum ada.”
Carane syukur?
Mulai dari hal kecil.
Mumpung isih iso urip, mumpung isih iso solat, mumpung isih iso sedekah.
Rasulullah bersabda:
«مَنْ لَمْ
يَشْكُرِ الْقَلِيلَ لَمْ يَشْكُرِ الْكَثِيرَ»
“Siapa yang tidak mau bersyukur atas yang sedikit, ia tidak akan mampu
bersyukur atas yang banyak.”
HIDUP BAROKAH ITU SEPERTI APA?
Hidup barokah itu bukan sekadar “banyak
duit”,
tapi semakin hari semakin berarti, semakin mulia, semakin meningkat
derajatnya.
Petani tambah suwe tambah akeh
panene.
Pedagang tambah suwe tambah berkah dagangane.
Pegawai tambah suwe tambah gede gajine.
Meski biaya hidup naik—bensin naik,
sembako naik—
tapi barokah itu membuat hati ayem, keluarga tentrem, rezeki cukup.
Tanda barokah itu tiga:
1.
Akeh
manfaaté
2.
Akeh
kesaenan
3.
Ndadekno
ati ayem, keluarga tentrem
Coba takon nang atimu:
“Duitku iki cukup nopo kurang?”
Kadang bukan soal banyak–sedikit, tapi apakah barokah atau tidak.
AKHLAK HIDUP: MENCARI YANG SEJATI
Para ulama memberi nasihat emas:
طَلَبُوا
الغِنَى فِي كَثْرَةِ المَالِ، وَلَكِنَّ الغِنَى فِي القَنَاعَةِ
(Mereka mencari kaya dari harta, padahal kaya itu qana’ah).
وَطَلَبُوا
الرَّاحَةَ فِي الدُّنْيَا، وَإِنَّمَا الرَّاحَةُ فِي التَّقْوَى
(Mereka mencari nyaman dari dunia, padahal nyaman itu ada dalam takwa).
وَطَلَبُوا
النِّعْمَةَ فِي اللَّذَّاتِ، وَلَكِنَّ النِّعْمَةَ فِي الصِّحَّةِ
(Mereka mencari nikmat dalam kesenangan, padahal nikmat itu ada dalam
kesehatan).
Maka Nabi ﷺ
bersabda:
«نِعْمَتَانِ
مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالْفَرَاغُ»
“Dua nikmat yang sering disia-siakan manusia: kesehatan dan waktu luang.”
Ibnul Qayyim berkata:
«أصلُ
النِّعَمِ ثلاثةٌ: عافيةٌ في البدن، وعافيةٌ في الدين، وكفايةٌ في الرزق»
“Akar nikmat itu ada tiga: sehat, iman, dan rezeki yang cukup.”
KUNCI SEHAT: IBADAH ITU MENYEHATKAN
Ibadah bukan hanya mendekatkan diri
pada Allah, tapi juga menyehatkan:
– Sholat menyehatkan tubuh
– Puasa memperbaiki metabolisme
– Dzikir menenangkan hati
Allah berfirman:
﴿
أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ ﴾
“Dengan mengingat Allah hati menjadi tenang.”
DZIKIR PEMBUKA REZEKI DAN PELINDUNG FAKIR
Salah satu dzikir yang sangat
ditekankan Nabi kepada sahabat-sahabatnya adalah:
لَا
إِلَـهَ إِلَّا اللهُ الْمَـلِكُ الْحَـقُّ الْمُبِـيْنُ
Dibaca 100 kali setiap hari.
Para ulama berkata:
“Wong sing gelem maca Laa Ilaaha
Illallah Al-Malikul Haqqul Mubin ping satus, bakal dijauhkan saka kefakiran.”
Dzikir ini membuka rezeki, menguatkan
iman, menghadirkan ketenangan, dan mengundang barokah.
MANFAAT DZIKIR MENURUT AL-QUR’AN
1.
Menguatkan
iman dan mendekatkan diri kepada Allah
2.
Membawa
ketenangan hati
﴿ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ
الْقُلُوبُ ﴾
3.
Mengendalikan
hawa nafsu
﴿ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ ﴾
4.
Menumbuhkan
kesabaran
﴿ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ
أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴾
Jamaah rahimakumullah…
Hidup barokah itu bukan dicari dengan harta, bukan dengan jabatan, bukan dengan
kesenangan dunia…
Tapi dengan ilmu, dengan takwa,
dengan syukur, dengan dzikir, dengan istiqamah ngaji.
Mugi-mugi:
– Umur kita panjang fi tho’atillah
– Islam kita tambah mantab
– Iman tambah kuat
– Akhlak tambah mulia
– Taqwa luwih sempurna
– Ibadah istiqamah
– Keluarga sakinah barokah
Amin ya Rabbal ‘alamin.

Komentar0